Posted by: antengwibowo, in Nasehat, Edukasi, Humaniora
Bukan terletak pada panjangnya waktu. Hidup tidak tergantung pada deretan bulan atau jumlah tahun tetapi dari penggunaaan hari-hari yang kita tempuh.
Siapakah orang yang paling beruntung? Mereka yang diberi usia panjang dan mengumpulkan perbuatan yang baik. Siapakah orang yang paling merugi? Mereka yang diberi usia panjang dan tidak mengumpulkan perbuatan yang baik.
Orang bilang waktu adalah uang. Benarkah? Mari kita cermati. Bayangkan, kemarin saya mengalami kerugian Rp 35.000,00 ketika menjual sepeda. Hari ini menjualkan komputer teman mendapatkan uang jasa sebesar Rp 75.000,00. Bila usaha kemarin dan sekarang dijumlahkan, saya mendapat keuntungan Rp 40.000,00. Artinya kerugian kemarin dapat tergantikan keuntungan hari ini. Intinya, uang dapat diganti.
Sekarang tentang waktu. Kemarin, teman saya membutuhkan bantuan untuk berobat ke dokter karena menderita sakit yang sudah akut. Karena keengganan saya waktu itu, saya maunya hari ini. Saat saya ke rumahnya untuk membawanya ke dokter ternyata teman saya sudah meninggal. Apakah usaha saya hari ini benar-benar membantu, memenuhi harapan teman? Jawabnya tidak, saya tidak bisa mengembalikan dia agar hidup kembali. Mungkin, jika kemarin saya mengabulkan permintaannya teman saya masih hidup. Tegasnya, waktu tidak dapat digantikan.
Ada pepatah arab mengatakan, waktu adalah pedang. Artinya jika kita tidak dapat mengatur dan memanfaatkan waktu yang telah Tuhan karuniakan pada kita, maka kita akan kehilangan banyak karunia yang ada pada waktu itu. Dan kesempatan hari lalu yang telah pergi tidak akan kembali, karena waktu terus berjalan tidak pedulikan kita dan waktu yang telah lewat tidak bisa kompromi dengan kelalaian yang kita kerjakan.
Bila jatah Anda hidup 65 tahun, sekarang coba kita hitung berapa umur yang tersisa dari usia Anda sekarang? Berikut ini Read the rest of this entry »
No Comments »
Posted by: antengwibowo, in Edukasi, Humaniora
Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezekinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk) nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat (QS.16:112).
Bila kita menengok sejarah, kemerdekaan dapat diartikan terbebasnya negeri ini dari cengkeraman kaum penjajah yang telah menindas dan merampok kekayaan negeri ini sehingga menjadikan kita menderita berkepanjangan. Kemudian setelah negeri ini memproklamasikan kemerdekaan 17 Agustus 1945, kemerdekaan diartikan sebagai jembatan emas untuk mencapai kemakmuran rakyat. Jembatan emas tersebut adalah program-program kebijakan pemerintah dalam rangka mewujudkan pembangunan di setiap aspek kehidupan rakyat.
Saat ini Indonesia mencapai umur 63 tahun, usia dewasa bagi ukuran sebuah negara. Namun, Read the rest of this entry »
No Comments »
Posted by: antengwibowo, in Nasehat, Edukasi, Humaniora
Kita semua pernah berbuat salah, tapi sedikit sekali yang bisa atau mau mengambil hikmah dari kesalahan-kesalahan itu. Lebih sering mencari sasaran yang dianggap tepat untuk dijadikan tumbal dari setiap kesalahan yang ada.
Menyalahkan orang lain; “Kamu sih, jadinya ya . . . . . begini dan begitu”, atau menyalahkan lingkungan; “Memang biasa seperti itu disini“ bahkan lebih berani lagi; “Kenapa Tuhan membiarkan ini terjadi?”. Read the rest of this entry »
No Comments »
Posted by: antengwibowo, in Edukasi, Humaniora
Ide brilian yang dituangkan Einstein dalam teori relativitas umum pada 1915 memberikan kontribusi berharga bagi kemajuan fisika modern. Teori ini memprediksi berbagai fenomena (efek) yang diakibatkan oleh adanya medan gravitasi di sekitar suatu massa (benda).
Menurut Einstein, cahaya dibelokkan disekitar medan gravitasi yang dibangkitkan oleh obyek bermassa besar. Efek pembelokan cahaya ini pertama kali dikonfirmasi oleh Arthur Eddington tahun 1919 melalui observasi gerhana matahari total. Adanya pembelokan cahaya membuktikan bahwa medan gravitasi bisa berperilaku seperti lensa optik.
Efek lensa gravitasi terjadi ketika Read the rest of this entry »
No Comments »
“Kedua orang tuanya saja pintar, tidak heran anaknya juga pintar!” puji Susi saat melihat Rio anak Santi, seorang dokter gigi salah satu rumah sakit di Semarang.
Genius itu memang tergantung bibitnya. Buah itu jatuh tak akan jauh dari pohonnya” ujarnya menambahkan.
Secara umum masyarakat banyak yang setuju dengan “logika” yang tampaknya sangat masuk akal tersebut. Padahal, menurut penelitian para ahli, laju pertumbuihan dan tingkat intelegensia anak tidak dipengaruhi oleh faktor keturunan saja. Ada tiga faktor yang saling mempengaruhi, yaitu Read the rest of this entry »
No Comments »
“Apakah rumput liar itu? Ia tanaman yang kebaikan-kebaikannya belum tertemukan,” kata orang bijak.
Kira-kira pada saat kapankah kata-kata sangat baik ini diungkapkan? Barangkali, suatu hari ketika hasil panen sudah siap dikumpulkan, seorang petani Read the rest of this entry »
No Comments »
Masih jelas dimata dan hangat ditelinga kita tentang manusia kawat yang di alami oleh ibu Noersa’idah (usia 41 tahun, sekarang 20
dari Kalimantan Timur? Sebagian orang mempercayai dia terkena kiriman santet (teluh, tenung) dari orang yang (pernah) Read the rest of this entry »
No Comments »
Posted by: antengwibowo, in Nasehat, Humaniora
Anda pernah mendengar kisah seseorang yang dilahirkan tidak sempurna seperti pada umumnya? Temanku yang bernama X memiliki jari-jari tangan dan kaki tidak lengkap karena dahulu ayahnya pernah membunuh kepiting. Temanku yang bernama Y memiliki kaki yang pincang karena dahulu ibunya pernah melempar batu dan melukai kaki ayam. Temanku yang bernama . . . memiliki anggota badan begini dan begitu karena dahulu orang tuanya melakukan atau melihat ini dan itu. Anda mempercayainya? Kenapa?
Anda boleh berkata, “Saya percaya karena . . . “ atau Anda juga boleh berkata, “Saya tidak percaya, tapi . . . Anda sering menjumpai fakta Read the rest of this entry »
No Comments »
Posted by: antengwibowo, in Nasehat, Edukasi, Agama / Keyakinan
Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (SQ. 10:57).
Seorang siswa mengeluh, “Kenapa saya sulit mengingat kembali materi pelajaran, ya Pak?”, tambah temannya”Apalagi Fisika, pelajaran yang sulit itu!”, teman lainnya tidak mau ketinggalan”Yang paling sering buat ini kepala pusing, saat menghadapi ulangan materi yang dipelajari semalam hanya menyisakan 1%!”
Anda boleh jadi pernah menderita penyakit ini, entah pada keadaan sama atau keadaan lain. Apa, bagaimana lupa bisa mendatangi kita? Read the rest of this entry »
No Comments »
Posted by: antengwibowo, in Perenungan, Humaniora
Bagaimana menambah satu bulan pada setiap tahun kehidupan Anda? Tidak mungkin, kata Anda? Tidak sama sekali. Read the rest of this entry »
No Comments »
Posted by: antengwibowo, in Tidak Berkategori
“Barangsiapa mengingat Allah ketika wudhu, niscaya Allah akan menyucikan tubuhnya secara keseluruhan dan barangsiapa tidak mengingat Allah, niscaya Allah tidak akan menyucikan tubuhnya selain yang terkena air saja.”
Alkisah, ada seorang ahli ibadah bernama Islam bin Yusup. Dia terkenal sangat wara’ dan istiqamah dalam beribadah. Walaupun demikian, Isam selalu merasa khawatir kalau ibadahnya tidak diterima Allah swt.
Suatu hari, Isam menghadiri pengajian seorang ‘ulama terkenal bernama Hatim al Asham dan dia bertanya, “Wahai Abu Abdurrahman (panggilan Hatim), bagaimanakah cara Anda melakukan shalat?”
“Apabila masuk shalat, saya berwudhu secara lahir dan batin,” jawab Hatim.
“Bagaimana wudhu batin itu?” tanya Isam kembali. Read the rest of this entry »
No Comments »
Shalatlah untuk mengingat Allah. Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.
(QS. Thaha [20]: 14)
Ketika kita dirundung masalah yang sulit dicari jalan keluarnya, bersegeralah mengambil air wudhu, berjalanlah ke masjid, dan tunaikan shalat sepenuh kesadaran. Dengan cara tersebut, Allah SWT akan membukakan pintu-pintu pertolongan-Nya, salah satunya dengan melancarkan kembali sistem aktivasi retikuler di otak kita.
Abdullah bin Mas’ud mengungkapkan, “Siapa pun yang ingin bertemu dengan Allah swt pada hari Read the rest of this entry »
No Comments »
Posted by: antengwibowo, in Humaniora
Pengalaman ini aku dapat dari Pati saat jalan-jalan beberapa hari yang lalu. Seperti biasa untuk melepaskan rasa lelah aku dan Boy (temanku) istirahat sambil makan dan minum di warung yang terlihat ramai pembeli di pinggir jalan sebelum menuju ke rumah Maman (teman lama) yang sekian tahun tidak ketemu.
Boy begitu lahap menghabiskan nasi dan lauknya, ia sangat suka dengan tempe yang terhidang dihadapannya dan menghabiskan lebih dari 3 potong tempe goreng. Karena aku penasaran, aku pun ikut mencoba tempe yang diminati temanku itu. Memang terasa empuk, gurih dan renyah. Kemudian aku bertanya sama ibu warung, “Bagaimana buatnya kok bisa terasa renyah tempe goreng ini?”. “Gampang Pak, pergunakan minyak goreng yang banyak dan setelah mendidih baru tempe dimasukan, pasti terasa renyah” jawab ibu warung.
Selesai makan aku dan Boylangsung melanjutkan tujuan ke Maman. Saat mau berpamitan aku sempatkan bertanya sama Maman tentang tempe yang bisa terasa renyah saat makan diwarung padahal tempe itu sudah terasa dingin. Jawaban Maman sangat mengejutkan, katanya tempe tersebut digoreng dengan minyak goreng yang saat mendidih dicampurkan kedalamnya plastik (kresek atau sedotan). Boy langung linglung mendengarnya.
Hati-hati dengan makanan yang kita konsumsi, penyakit kita yang mengundang.
No Comments »
Posted by: antengwibowo, in Tidak Berkategori
Pengalaman ini aku dapat dari Pati saat jalan-jalan beberapa hari yang lalu. Seperti biasa untuk melepaskan rasa lelah aku dan Boy (temanku) istirahat sambil makan dan minum di warung yang terlihat ramai pembeli di pinggir jalan sebelum menuju ke rumah Maman (teman lama) yang sekian tahun tidak ketemu.
Boy begitu lahap menghabiskan nasi dan lauknya, ia sangat suka dengan tempe yang terhidang dihadapannya dan menghabiskan lebih dari 3 potong tempe goreng. Karena aku penasaran, aku pun ikut mencoba tempe yang diminati temanku itu. Memang terasa empuk, gurih dan renyah. Kemudian aku bertanya sama ibu warung, “Bagaimana buatnya kok bisa terasa renyah tempe goreng ini?”. “Gampang Pak, pergunakan minyak goreng yang banyak dan setelah mendidih baru tempe dimasukan, pasti terasa renyah” jawab ibu warung.
Selesai makan aku dan Boylangsung melanjutkan tujuan ke Maman. Saat mau berpamitan aku sempatkan bertanya sama Maman tentang tempe yang bisa terasa renyah saat makan diwarung padahal tempe itu sudah terasa dingin. Jawaban Maman sangat mengejutkan, katanya tempe tersebut digoreng dengan minyak goreng yang saat mendidih dicampurkan kedalamnya plastik (kresek atau sedotan). Boy langung linglung mendengarnya.
Hati-hati dengan makanan yang kita konsumsi, penyakit kita yang mengundang.
No Comments »
Posted by: antengwibowo, in Humaniora
Mas Dul (sebut saja begitu) bener-bener kesel, sedang merenungi nasibnya dipinggir kali. Tak lama kemudian teman dekatnya lewat dan mendekati, setelah duduk disebelahnya Mas Gun langsung meminum es teh yang ada dihadapannya. Seketika itu juga Mas Dul menangis tak dan tak tertahankan menghujani bumi dengan tetes air matanya. Mas Gun heran ada apa gerangan temannya itu, kemudian ia bertanya, ” Dul kenapa kamu menangis?”
“Nasibku lagi sial, Gun” jawabnya. “Lha kok bisa?” balas tanya Mas Gun. “Kemarin dapat gaji ke-13 gak bisa menikmati langsung diambil koperasi untuk bayar utang masih kurang 10x, tambah cicilan kredit motor yang sudah nunggak 2x jika besok nggak dilunasi motor diambil aku berangkat kerja terus antar jemput anak sekolah pakai apa?” jawab Mas Gun. “Nggak usah dirisaukan, hidup ini memang uijan lagian sudah ada mengatur jadi nggak perlu bingung” balas Mas Gun. “Nggak bingung bagaimana, istri pergi dengan selingkuhannya meninggalkan tagihan kredit perhiasan untuk bekal kabur ke luar pulau ntah dimana” jawab Mas Dul. “Sudahlah jangan terlalu dipikirkan istrimu yang jelek itu, cari ganti yang lebih cantik dan kaya kan bisa lagian kamu masih muda” balas Mas Gun. “Saya sudah stress berat mau mengakhiri hidup pun kamu datang menghambat waktuku dengan es teh yang sudah aku campur dengan racun tikus dan kamu habiskan lagi tanpa sisa” jawab Mas Dul. Tak lama kemudian gantian Mas Gun yang panik terus menangis menjadi-jadi tak mau kalah dengan temannya. Siapa yang benar?
No Comments »